Lalu, Althan menyapa Serkan. Kemudian, dia mencium dan mengambil alih Serkan dari gendonganku. “Kamu siapin sarapan dan baju aku. Nanti aku kesiangan.” Althan berkata tanpa menoleh padaku. Aku hanya mengangguk, lalu melangkah meninggalkan Althan. Saat tiba di pintu, aku segera menoleh ke belakang. “Althan!” panggilku. Lalu, tanpa sengaja kulihat Althan menyeka sudut matanya. Mungkinkah dia menangis? Althan mendongak dan menatapku dengan gugup. “Emmm, nanti kamu pulang apa nggak?” tanyaku takut-takut. “Nggak,” jawabnya singkat. Aku pun hanya mengangguk. Lalu, segera menyiapkan sarapan untuk Althan. Setiba di dapur ternyata sarapan sudah tertata rapi di meja makan. Setelah selesai semuanya, baru aku memanggil Althan. Saat tiba di depan pintu, aku berhenti ka

