Dua hari ini aku merasa tidak enak badan. Terpaksa Serkan aku serahkan pada Bi Ijah. Sebab, kepalaku kliyengan tak sanggup jika harus mengasuh Serkan. Serkan diserahkan padaku saat haus saja. Beruntungnya Bi Ijah begitu baik, dia mau membantu mengasuh Serkan. Meskipun bukan kerjaan utamanya. Jadi, seharian ini juga kuminta Bi Ijah tidak perlu mengerjakan pekerjaan rumah seperti biasanya kalau memang tak sempat sebab sedang mengasuh Serkan. “Bi, kalau udah capek momong Serkan, nggak usah ngerjain kerjaan rumah. Bi Ijah fokus sama Serkan aja dulu. Buat makan siang dan makan malam kalau emang nggak sempat masak, aku pesen goofood aja.” Aku berbaring di ruang tengah, supaya Bi Ijah mudah ketika hendak memberikan Serkan padaku. “Nggak apa-apa, Bu. Bibi bisa, kok, nyambi. Mas Serkan pint

