Pengkhianatan Paling Menyakitkan

1845 Kata

Aku benar-benar nyesek, tak pernah terpikirkan sebelumnya kalau nasib pernikahanku akan seperti ini. Entahlah, aku bingung harus bagaimana. Hesti terus menghiburku. Dia mengajakku bercerita masa-masa SMP dulu. Aku juga tak berhenti tertawa melihat tingkah konyol Cika. Bocah berusia enam tahun itu pintar sekali membuatku tertawa. Dia sungguh menggemaskan sekali.   Namun, tiba-tiba saat kami sedang diam berdua, Hesti sedang memasak karena ART-nya pas pulang kampung. Sementara Serkan tidur siang. Cika mengatakan hal yang sama sekali di luar nalarku.   “Tante kenal sama Papa nggak?” tanya Cika padaku.   Aku menatap Cika heran.   “Kenapa Cika tanya gitu?” tanyaku balik.   “Cika mau minta anter Tante ketemu Papa.” Bocah enam tahun itu menatapku dengan mata berkaca-kaca.   Aku tak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN