Valeri membawa Bima masuk ke dalam rumah sakit dan meminta perawat untuk memeriksa tangan pria itu. Dia menunggu diluar, sementara pria itu didalam sedang ditangani oleh beberapa staf medis. Dia cukup lama menunggu, hingga akhirnya Bima keluar dengan tangan yang diperban. Valerie langsung berdiri dari duduknya, dan mendekati pria itu. "Bagaimana dengan kondisi tanganmu Mas? Apa semua baik - baik saja?" Bima yang keluar dengan memegang lengan yang dipegang dan diperban itu, hanya tersenyum, "Bukan apa - apa, ini akan segera untuk pulih. Kamu tidak perluh khawatir." Valerie menghela nafasnya, "Bukannya seperti itu Mas, aku hanya berusaha bertanggung jawab. Kamu begini karena diriku, dan aku merasa tidak enak sekali, sungguh." "Jika kamu merasa bersalah dengan tanganku, cukup kamu berhat

