28. Menguasai Yuda

1637 Kata

“Apa bener gak pa-pa aku ikut, Mas?” Aina menatap Darya dengan ekspresi agak ragu. “Tidak apa-apa, santai saja. Nenekku sangat terbuka, dia akan senang kalau aku membawa tamu ke rumahnya yang sering sepi tanpa ada tamu selain aku.” Darya membukkan pintu mobilnya untuk Aina. “Ayo masuk.” Aina tersenyum. “Makasih, Mas.” “Sama-sama.” Sebelum bergerak ke rumah Darya, pria itu mengajak Aina berkunjung ke rumah Fatma—neneknya. Alasannya untuk mengantarkan bahan masakan kepada sang nenek. Aina tak tahu saja jika Darya ingin memamerkan wanita itu kepada Fatma. Meski mereka belum memiliki hubungan spesial, tapi Darya sangat semangat mengajak Aina bertemu dengan neneknya. “Nenek kamu sekarang ‘kan ingin tenang di masa tua-nya, Mas. Kalau kamu bawa aku ke sana, takutnya Nenek kamu gak nyaman.” A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN