"Sayang! Tunggu!" Yuda keluar dari mobil, lalu berlari menyusul Moja yang tampak masuk ke dalam rumah dengan wajah marah. "Tunggu aku, Sayang. Itu gak bener, bukan gitu yang aku mau." Moja masih tak menghiraukan panggilan Yuda. Ia tetap melangkah masuk ke dalam rumah, bahkan tak menyapa Rastanti yang duduk di sofa tamu. Rastanti menatap Moja dengan senyum penuh harap. "Kalian udah pulang? Mana jat—eh? Moja!" Rastanti melongo heran melihat Moja tak menghiraukannya. Sang menantu melenggang masuk ke dalam kamar tanpa menggubris sapaannya. Brak! Rastanti terlonjak kaget oleh suara bantingan pintu kamar. Ia menggeram kesal. "Datang-datang langsung banting pintu? Kalo pintunya rusak, gimana?" "Sayaang! Moja!" Rastanti menoleh ke arah pintu, sang putra akhirnya ikut masuk. "Yuda, liat istr

