20. Pingsan

1468 Kata

“Kamu pindah, Mas? Maksudnya, sekarang juga kerja di kantor ini, dong?” Darya mengangguk menanggapi pertanyaan Aina. “Iya, aku kerja di divisi keuangan.” Mata Aina sedikit membulat. “Beneran? Wah, kebetulan banget, dong! Aku juga di divisi keuangan, Mas. Berarti kita bahkan satu divisi, loh. Berarti sedari awal kamu udah pindah, ya? Jangan-jangan kemarin kamu cari-cari kost, itu buat kamu, bukan buat temen kamu, ya?” Darya terdiam. Ia menggaruk puncak kepalanya sembari tersenyum kikuk. “Ha-ha, begitu ‘lah.” “Jadi kost-nya udah dapet, belum? Apa mau aku bantu cari, Mas?” tanya Aina. Darya menggeleng. “Gak usah, gak usah. Aku gak jadi kost, gak masalah tiap hari bolak-balik dari rumah ke sini. Gak terlalu jauh juga, karna belum biasa aja.” Aina mengangguk. “Emangnya alamat rumah Mas Da

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN