Suara jentikan jari Fandy menyadarkan Zhao Wei yang selama sarapan pagi banyak melamun. "Zhao Wei, kenapa akhir-akhir ini kamu sering zone out[1] gitu sih?" selidiknya. Zhao Wei yang tersadar segera mencari alibi. "Oh, ya karena aku mikirin kerjaan aja. Gimana supaya berkembangnya lebih cepet gitu." Ia tidak mengatakan yang sebenarnya. Berhari-hari setelah Benita memberikan dua pilihan sulit itu, Zhao Wei selalu memikirkannya bahkan terbawa sampai tidur. Fandy sudah menjadi seperti seorang sahabat yang selalu ada untuknya. Jelas sekali ia tidak mau membuat pria itu sakit hati, terlebih lagi karena dirinya. Apa sebaiknya aku cari tahu tentang perasaan Fandy ya? Pikiran itu muncul begitu saja akibat ingin tahu bagaimana harus bertindak. "Hei, kamu ngelamun lagi loh." Fandy menyentuh pipi

