Baik Renjana, Mingyue, maupun Hara dan Athira yang masih dalam bentuk hewan mereka terlihat kaget. Renjana bahkan mulai menggigil, entah karena dingin yang mulai meresap ke tulangnya, atau karena ketakutan. Awalnya ia mengira Suiren hanya bercanda, namun setelah melihat matanya yang dingin, bahkan lebih dingin dari salju yang mencium wajahnya, ia mulai berpikir kalau Suiren sangat serius. “Apakah itu mantra untuk membungkam?” tanya Mingyue. Suiren yang menatap Renjana yang kini mulai menangis hanya menganggukkan kepalanya. Semakin Suiren menatap Renjana, semakin kencang air matanya mengalir. Ditambah dengan ingus, air liur, dan salju yang bercampur di wajahnya, membuatnya terlihat sangat menyedihkan. Mingyue merasa sedikit kasihan padanya. “Tidakkah kita bisa mencari cara yang tidak meny

