Asra terbang kembali dengan membawa sebuah manekin kayu. Ia mendarat dengan sangat hati-hati di balkon, dan meletakkan manekin kayu tersebut di sebelah Laksita yang masih mengisap pipa rokoknya. Manekin kayu itu terlihat seperti manusia, dengan tiap anggota badan yang dapat digerakkan. Warna terlihat pendek saat dibawa oleh Asra, tapi kini saat diletakkan di sebelah Laksita, manekin itu terlihat tinggi. Dengan segera, Laksita mmatikan pipa rokoknya, dan mulai memeriksa manekin kayu tersebut. Tangannya dengan sangat handal membuka beberapa bagian dari manekin kayu tersebut. Tatapannya kini terlihat sangat fokus, berbeda dengan biasanya. “Apakah Tuan Muda benar-benar yakin dengan hal ini?” tanya Asra saat Laksita mulai membongkar bagian kepala dari manekin kayu tersebut. Laksita mengang

