BAB 22 – MAKAN SIANG KEDUA “Errrgghhh,” Enak sekali rasanya menggeliat sesaat setelah membuka mata seperti ini. Matahri belum terlalu tinggi, namun sinarnya pagi ini seperti menunjukkan bahwa hari ini akan menjadi hari yang cerah. Semoga saja. Aku meraih ponselku yang terletak di atas nakas di samping tempat tidur. Jam di ponselku menunjukkan pukul delapan lewat lima pagi. Akhir pekan selalu menjadi bagian terbaik dalam untuk yang katanya b***k koorporat sepertiku ini. Tertera beberapa notifikasi di layer ponselku. Ada beberapa chat yang masuk. Yang paling atas dan otomatis yang terbaru adalah chat dari Fanny yang sepagi ini sudah mengirimkan kata-kata mutiaranya padaku, alias mengomel karena aku lupa mengabarinya saat aku sudah pulang ke rumah setelah selesai makan malam dengan Ben. m

