BAB 21 – MAKAN MALAM PERTAMA Pandangan matanya masih belum beralih dariku sejak beberapa saat kami duduk saling berhadapan di salah satu meja yang terletak paling pinggir dari restauran dengan desain rooftop ini. Lampu-lampu yang berasalh dari Gedung-gedung, jalan, dan kendaraan yang lalu lalang di bawah sana menjadi hiasan tambahan yang membuat restauran yang juga sudah didekor dengan lampu-lampu bernuansa warm white ini terlihat semakin indah dan suasananya terasa sangat romantis. Tadinya pandanganku malah terfokus pada Gedung-gedung tinggi di seberang sana, sampai akhirnya aku menyadari bahwa sejak tadi Ben belum mengalihkan tatapannya dariku. “Ngeliatin apaan sih, Ben?” “Kamu.” Jawabnya sambil menopang dagu dengan sebelah tangannya. “Ya kenapa harus diliatin? Ada yang salah

