Meira datang tepat waktu. Ketika Aksa membutuhkan bantuannya. Sebab, Kalla sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa. Kalla hanya bisa diam, melihat Aksa yang mengerang kesakitan. Lalu, melihat ke arah Gibran yang masih meringis menahan sakit juga sesekali menatap kejam ke arah Aksa. Kalla dilema, tidak bisa berbuat apapun untuk kekasihnya sendiri maupun sahabatnya. Kondisi tangannya membuat Kalla semakin terbatas melakukan apapun. Kalla hanya bisa diam, semakin menyesali apa yang terjadi kepadanya. Aksa masih terlihat kesakitan setelah kaki Gibran berhasil menendangnya hingga jatuh ke tanah. Perutnya mungkin terasa nyeri, namun emosinya juga tak bisa tertahankan. Begitu juga Gibran, sesekali masih meringis dan mengeluh sakit setelah Aksa berhasil mendaratkan pukulan di wajah dan perut Gibr

