Aksa kembali ke rumah sakit untuk menemani Kalla. Kalla masih belum bisa menerima sepenuhnya jika tangan Kalla retak dan akan kesulitan jika menggambar atau melakukan aktivitas lain. Kalla tidak menyalahkan siapapun dalam hal ini. Namun, hati Kalla tidak bisa berbohong. Pasti ada kesedihan di hati Kalla. Walaupun demikian, Kalla tidak mengungkapkan itu dengan keluhan. Hanya raut wajahnya saja yang menggambarkan bagaimana perasaannya ketika mendengar tangan kanannya mengalami retak dan nyaris patah. Kini, tangan Kalla harus digendong. Seperti bayi yang baru lahir dibawa kemana-mana oleh Ibunya. Aksa tidak tega melihat Kalla yang murung. Aksa seolah menjadi laki-laki yang tidak berguna untuk Kalla. Sebagai sahabat maupun sebagai orang yang mencintai Kalla. Aksa hanya bisa menemani, tak bis

