Surat Penahanan

1106 Kata

Meira dan teman Aksa sampai di rumah Aksa. Sepi di sana, seperti tidak ada orang di dalam. Tapi, Meira yakin jika di dalam ada Mamanya Aksa. Meira tidak sabar untuk bertemu dengan Aksa atau pun Kalla. Meira cemas sekali dengan kedua sahabatnya itu. Mereka sama sekali tidak ada kabar dari tadi malam. “Permisi, Tante... Ini Meira,” Meira mengetuk pintu rumah Aksa beberapa kali. Tidak terdengar jawaban dari dalam. Tetap sunyi dan sepi saja. Lalu, Meira kembali mengetuk pintu dan memanggil Mamanya Aksa sampai Mama Aksa mendengar ada orang di luar. “Tante... Permisi...” Meira mengulangi panggilannya. “Duh, kemana sih orang-orang ini, kenapa hobi banget bikin gue cemas. Ini lagi, Mamanya Aksa kemana juga,” Meira ngedumel, sekaligus menghilangkan semua kegelisahannya tentang kedua sahabatnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN