Aksa menghentikan mobilnya di markas tempat ia nongkrong bersama geng motornya. Aksa tak langsung menuju ke rumah. Ia ingin mencari ketenangan, sebelum menghadapi kecemasan Mamanya yang terkadang berlebihan. Ia menyenderkan badannya ke kursi. Memejamkan mata sejenak, lalu, menghela napas sesukanya. Sudah hampir siang hari, tapi, Aksa belum makan makanan apapun sejak semalam. Perut Aksa sudah mulai kelaparan. Tetapi, bukan itu hal yang menjadi pokok pikirannya sekarang. “Gue harus titipin Kalla ke temen-temen gue dulu. Biar kalau ada sesuatu yang terjadi sama gue, Kalla masih ada yang jagain. Walaupun nggak bisa kayak gue, setidaknya ada yang bisa gue andelin,” ucap Aksa sembari kembali membuka matanya. “Huhhh,” Aksa membuang napasnya lagi. Masih betah senderan di mobilnya. “Sa, ada apa

