"Sebenarnya apa yang ingin Mister katakan?" Mister X tampak berpikir, lalu kemudian dia mendengkus. Bibirnya seakan terkunci, dan lidah keluh hanya untuk menjawab pertanyaan Seira. Kalimat 'aku ingin kau tetap di sisiku' serasa satu buku dengan halaman setebal dua ratus. Di saat kebisuan itu, Bari muncul setelah beberapa hari tak terlihat. Keduanya masih diam, hingga Bari menautkan kedua alisnya dan bertanya, "Apa aku melewatkan sesuatu?" "Maksudmu?" Mister X balik bertanya sambil mengalihkan pandangan pada Bari dengan tatapan dingin. "Kalian kompak diam tapi pikiran menerawang." "Sok tahu." "Aku yakin sekali sesuatu telah terjadi di antara kalian. Jangan mengelak sebab kalian bahkan tidak menanyakan aku ke mana beberapa hari ini." "Apa itu penting?" "Tentu saja. Biasanya kau pal

