Terdengar suara bel. Siapa pula lah yang datang malam-malam begini. Apa mungkin petugas hotel. Aku jadi sedikit khawatir. Untung hotel ini sudah dipenuhi kamera di depan pintu agar bisa melihat siapa yang datang. Aku kaget melihat wajah Mister X terlihat di layar. Untuk apa lagi dia datang ke sini. Handphone berdering, panggilan darinya. "Kenapa kau tidak mau membuka pintu?" tanyanya. "Aku tak ingin melihatmu." "Seira, maafkan aku." "Pulanglah! Aku ingin sendiri." "Tidak. Aku tidak akan pulang sebelum kau membuka pintu." "Kau selalu seperti itu. Memaksakan kehendak." "Buka atau aku dobrak pintunya?" "Kau!" Arogan sekali dia, bikin kesal saja. Pintu terbuka. Aku kaget karena Mister X langsung memeluk sambil berucap maaf. "Aku tak mau kehilanganmu," ujarnya. Aku tertegun. Sesuatu

