Mister X dan Bari tampak sedang membicarakan sesuatu yang penting dan rahasia sampai aku diusir. Dia juga menanyakan soal Randi dan Hania. Ada apa sebenarnya? Bikin penasaran saja. Sikapnya juga berubah jadi kasar dan cepat marah sejak pulang dari pulau. Lebih baik berpikir positif saja. Mungkin pria itu sedang banyak pikiran. Kafe sudah tutup. Para pekerja juga sudah pulang, tapi aku belum ngantuk. Rasa haus mendera. Di kamar tidak ada air minum. Ah, malas sekali harus ke dapur. Tak ada pilihan selain pergi ke dapur. Ruangan sudah gelap. Aku berjalan mendekati saklar dan menyalakan lampu. Sosok itu terlihat. Astaga, mengagetkan saja pria ini. Mister X membuka kulkas tanpa menyalakan lampu. Entah apa yang diambil pria itu, lalu dia mengambil gelas dan berdiri di dekat dispenser. Mengisi

