Mister X melirik Seira yang sedang dituntun Bari. Wajah wanita itu terlihat pucat. Dia mencemaskannya tapi tetap diam agar tidak terlihat sedang khawatir. Berusaha menahan diri untuk tidak mencari tahu tentang wanita itu. Bayangan tangisan Seira di malam itu, sejam pun belum pernah hilang. Bahkan ketika dia sengaja bercanda dengan pengunjung, bayangan itu terus mengusik. Pria itu benci dengan dirinya. Harusnya dia tidak bertindak saat emosi menguasai. Harusnya dia tahu bahwa semua yang terjadi karena menurutkan emosi berakhir dengan penyesalan. Sampai sekarang Mister X tidak paham akan hatinya. Mengapa dia marah dan bertindak di luar kendali yang akhirnya membuat penyesalan. Bari belum juga keluar dari kamar setelah mengantar Seira. Rasa gengsi lebih mendominasi, membuatkan setengah gi

