Perlahan aku membuka mata. Yang terlihat pertama kali adalah wajah Mister X. Begitu dekat hingga embusan napasnya menerpa wajah. Tadi malam, keadaannya kacau sekali. Terus merancau. Ketika aku menuntunnya masuk ke kamar, malah memeluk erat dan kami tidur bersama. Tidur dalam arti yang sesungguhnya. Tidak ada ciuman. Hanya pelukan sepanjang malam. Untuk pertama kali dia mabuk selama aku di sini. Pria itu membuka mata. Matanya membulat. Sepertinya kaget melihat aku di ranjangnya. Dia menunduk sambil memijat pelipisnya. Pasti kepalanya pusing. "Mandilah, aku akan membuatkan sup pengar untukmu," ujarku. Aku keluar dari kamarnya menuju kamarku. Mandi dan setelah itu pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan, juga sup pengar untuk Mister X. Pria itu muncul di balik pintu dengan kaus hitam dan

