Randi memanggilku karena ada pengunjung yang ingin bertemu. Aku jadi khawatir, bagaimana jika itu adalah pria bertato yang pernah membuat keributan. Aku kaget melihat Mas Roni dari jauh. Jangan-jangan dia yang memanggil? Aku berbalik, tak sanggup harus bertemu dengannya. Terdengar suaranya yang memanggil namaku. Langkahnya kian dekat. Tidak ... Aku tak sanggup bertemu secara tiba-tiba seperti ini. Kulangkahkan kaki meninggalkan tempat itu. "Seira," panggilnya. Dia memegang tanganku. Aku berbalik. Mas Roni memelukku. "Akhirnya aku menemukanmu, Sayang. Kau sedekat ini, mengapa kau tak pulang atau menghubungiku? Apa yang terjadi padamu?" Aku menangis. Bukan karena bertemu Mas Roni, tapi ingat kejadian dua hari yang lalu. Dia menginap di hotel bersama Hania. "Lepaskan aku, Mas," ujarku.

