Aku terbangun ketika merasakan tepukan pelan di pipi. Wajah tampan Mister X begitu dekat. Aku melihat sekitar, sedang berada di sebuah bangku. "Apa kita sudah sampai?" tanyaku. "Ya. Bangunlah," jawab Mister X. Aku bangkit dan ... suprise. Pemandangan yang luar biasa. Berada di ketinggian di malam hari seolah tidak berjarak dengan langit. Gelap malam kontras dengan bintang. Luar biasa. Aku berdiri di pembatas dan berteriak seperti yang kulakukan tadi ketika di ketinggian tiga ratus tangga. Pria itu hanya memperhatikan dari tempat duduknya aku yang sedang berjalan ke sana ke mari seperti bocah dan dia seperti orang tua memperhatikan anaknya bermain. Lucu sekali. "Hati-hati, pembatas itu belum tentu kuat," pria itu memberi peringatan. "Tentu saja ini kuat." Aku menendang-nendang pembat

