Aku terbangun, hari mulai terang. Kulihat Mister X masih dengan mata terpejam. Dia tampan sekali meski dalam keadaan tidur. Kusentuh wajah itu dengan perasaan kagum dan membelainya. Kami bermalam di tangga seribu. Tadi malam, aku enggan beranjak dari tempat meski cuaca semakin dingin.Mister X melepas jaketnya dan memberi padaku. Dia juga memeluk erat dan kami tidur berpelukan. Pria itu membuka mata. Mungkin dia terganggu dengan kegiatanku yang terus menelusuri wajahnya. Dia meraih tanganku dan menggenggamnya. "Masih pagi, kau sudah menggodaku dengan sentuhanmu itu. Ada yang terbangun," ujarnya. "Kau tampan, Mister." "Bagaiman kalo morning kiss?" Belum sempat aku menjawab, bibir pria itu sudah mendarat di bibirku. Melumat dengan lembut. Cukup lama kami berciuman. Seperti sebelumnya, t

