Dari pangkal hingga ujung pembuluh darahku Kau telah mendidihkannya untuk aku paksa kau teguk Aku ingin kau sedikit merana Atas aku yang kecewa Namun Tuhan jauh lebih murka *** "Menjadi manusia yang terhormat tidak harus gelar yang tinggi. Cukup hati yang lapang, manusia akan sangat disegani." *** Sejak sambungan telepon itu terpaksa disudahi Jihan tanpa salam penutup, ia tak lagi mengusik barang hanya menyentuhnya. Masih dalam perjalanan yang kian berada di alur runyam. Jihan seolah menjadi seseorang yang tubuhnya sedang dililit oleh benang pakaian tanpa arah yang jelas. Sopir taksinya tetap diam , sungkan untuk bertanya. Sementara di perumahan hati Jihan sedang merasa terbakar. Panasnya sampai puncak kepala. Berusaha diredam dengan kesadaran yang masih ia punya. Bahwa semua ini,

