Bumi terus bernapas Dengan waktu yang singkat Bumi hampir kehilangan nyawa Dengan waktu yang panjang *** "Memikirkan dunia tiada kau temui ujungnya. Menghendaki akhirat, selamat kau dapati cinta Dia tiada habisnya." *** Pemandangan itu sedang hilir-mudik di dalam kepalanya. Menyusun pelbagai kisah dengan apik, laksana buku-buku yang tertata di lemari dengan cantik. Buku, puluhan bukunya jauh dari jarak Gadis itu. Buku, telah jauh pula isinya tentang ia bersama Abi dan Umi. Jogja dan Jakarta bukanlah seperti Jakarta dan Tangerang. Iya, sudah hampir satu tahun tinta Jogja dan Jakarta jarang dipersatukan. Terakhir pulang, hanya saat libur usai semester satu. Umi dan Abi yang melarang Jihan untuk pulang berkali-kali. Sederhana saja, karena ingin puterinya mandiri. Sedang dipapar wajah

