Jangan diisak lagi Biar tanah merapatkan diri Bunga-bunga mempercantik kehilangan Payung hitam meneduhkan keperihan Jangan diisak lagi Semakin dalam lah Lukanya *** "Dalam setiap kepulangan manusia dari perjalanan hidupnya, ada lah keperihan di hati yang mencintainya, 'kenapa pergi secepat itu?' Kenyataanya, mereka tak berpikir, 'dia yang pergi secepat ini tanpa rambu-rambu harus menjadi ibu untuk perilakuku lebih baik lagi'." *** Buku tebal itu sedang berada di pangkuan seorang Gadis berkerudung hitam. Melambai ditiup angin. Hingga beberapa helai daun di hadapannya jatuh menutupi sedikit aksara pada buku tersebut. Ia singkirkan jua. Sejenak dilihat lah layar ponselnya yang dalam keheningan telah dipenuhi banyak notifikasi dari beberapa aplikasi. Terrayu, menjelajahlah isi kerama

