"Ngobrollah dulu. Kamu bukannya udah pengen balik kerja lagi, Ra?" Haris sengaja mempersulit keadaan saat ini. "Mumpung kita semua bisa berkumpul di sini dan ada Tuan Adhyatsa, beliau bisa berbagi tentang pengalaman berbisnisnya karena sudah lebih senior dari Papa," lanjut Haris sengaja menahan sang putri agar tetap berada di ruang tamu ini. Haris kali ini bermuka dua di depan banyak orang. Ia mendendam pada kakek tua tidak tahu diri itu, tetapi seolah tidak terjadi apa pun. Sudahlah, memang perlu bagi Haris melakukan hal seperti itu. Suami Inama itu tahu, Adhyatsa akan menggunakan segala cara jika disakiti atau dijatuhkan oleh lawan. Perlu strategi jitu untuk membuat keluarga besar Adhyatsa jatuh dan tidak bisa bangun lagi. Ara menatap tidak enak hati pada sang suami. Ia tahu jika Reva

