Ketahuan

1078 Kata

"Dek, sarapanmu udah aku taruh di situ ya!" Suara Mas Bagas terdengar masuk ke dalam telingaku. Netraku yang masih lengket perlahan kubuka paksa. Manangkap sosok pria yang tengah sibuk mengenakan sepatunya di tepi ranjang. "Mau kemana sih Mas pagi-pagi begini?" tanyaku malas dengan mengusap lembut kedua netraku yang masih berkabut. "Aska badannya panas Dek dari semalam. Jadi Mas harus segera bawa ke rumah sakit," sahutnya terburu-buru. "Aska!" sahutku bangkit duduk di atas ranjang dengan pandangan yang semakin jelas melihat Mas Bagas. "Tapi kan Mas ...." ucapku terhenti ketika teriakan ibu dari lantai bawah mengema memanggil nama Mas Bagas. "Nanti saja ya Dek, Mas buru-buru!" sahut Mas Bagas berlalu secepat kilat meninggalkanku sendirian di kamar. "Ah!" Aku mendengus kasar melihat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN