Sebuah Tamparan

1731 Kata

Cahaya mentari tampak menyeruak di antara celah horden kamar, Elena perlahan membuka matanya. Samar-samar dilihatnya bayangan Adrian yang tengah tertidur dengan posisi wajahnya berada tepat di depan wajah Elena. Bahkan hembusan nafas Adrian bisa dirasakan oleh Elena di kulit wajahnya. Nafas Elena sontak tertahan, matanya yang tadinya belum terbuka sepenuhnya kini membelalak kaget. Dia spontan menjauhkan wajahnya. Tanpa sadar Elena membuat gerakkan, hal itu membuat Adrian akhirnya ikut terbangun. “Aah, Maafkan saya.” ucap Elena spontan. “Maaf untuk apa? Kau bahkan tidak melakukan kesalahan dan bukankah sudah ku katakan untuk memanggilku dengan nama panggilan saja?” ucap Adrian mengingatkan Elena akan kesepakatan mereka semalam. “Aah benar, sepertinya saya lupa.” jawab Elena. Adrian men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN