Elena berjalan pelan, ia menembus jalan-jalan yang ramai dengan wajah yang sulit di jelaskan. Sepertinya hanya dirinya yang berjalan dengan wajah lesu malam itu. Hembusan angin malam sesekali menerpa rambutnya yang panjang terurai, Lampu-lampu jalan yang saling memancarkan cahayanya satu sama lain, serta kendaraan yang ramai berlalu-lalang memenuhi tiap sudut jalan. Mereka seakan menjadi saksi bisu keberadaan Elena malam itu. Ini adalah kali pertama Elena berani untuk tidak pergi ke bar, dia yakin madam Rose akan memarahinya namun untuk kali ini saja, Elena tidak ingin ke tempat itu. Dia bahkan menelfon Silva untuk menitipkan Lily, menjaga jangan sampe madam Rose mendatangi Lily seperti sebelumnya. Cukup jauh Elena berjalan tanpa arah, sesekali rasa nyeri menjalari bagian tumit dan per

