Elena kembali ke tempat tidurnya saat Adrian selesai menelfon Renata, ia mencoba untuk memejamkan matanya dan menuju ke alam mimpi. Tapi perasaan campur aduk membuatnya bahkan tidak dapat berbaring dengan tenang. Ia bangkit dari pembaringannya. Kekesalan tergambar diwajahnya. “Kenapa ada laki-laki sebodoh itu sih? Padahal wanita itu sudah menyakitinya, bisa-bisanya dia masih berbicara baik di telepon, bahkan sampai bertemu dengannya!” gerutu Elena setengah berbisik, ia takut Adrian akan mendengar ucapannya. Tak berapa lama terdengar suara Lily yang berbicara pada Adrian, Elena segera keluar menyambut kedatangan adiknya dari sekolah, Elena memang tipe kakak yang sangat sayang pada adiknya. “Lily sudah pulang?” sapa Elena, ia mencoba untuk tidak memperhatikan keberadaan Adrian disana. “I

