Hampir semalaman Deandra tak bisa memejamkan matanya dengan benar. Ia selalu terbangun dengan ketakutan karena suara Adam yang beberapa kali memanggilnya. Ia bersyukur kamar tua itu masih dilengkapi dengan pintu berkunci. Hingga menjelang siang ia baru bisa bangun karena ia tidur menjelang pagi saat mendengar langkah Adam menjauh. Kini suara ketukan di pintu kamar yang terus-menerus mengganggu membuat Deandra tersentak dari lelapnya dan bergegas bangkit membuka pintu setelah mendengar suara wanita di depan pintu. “Dean? Bangun Dean...” panggil Melinda. “Iya, Bu. Selamat pagi, Bu,” sahut Deandra gelagapan di balik pintu yang terbuka. Melinda menghela napas, “Selamat siang, Dean. Ini sudah hampir jam 11 siang. Buruan kamu mandi dan ayo kita makan,” ajak Melinda dengan nada memerintah dan

