Chapter 28. Undangan Makan Malam

1179 Kata

"Sudah pulang?" Suara bariton Narendra mengalun merdu dari balik ponsel, getarannya seolah merambat langsung ke kulit Geraldine, menyulut desir halus yang sulit dijelaskan. "Udah, barusan aja," jawab Geraldine singkat, dia berusaha keras mengatur napas, menahan debaran jantung yang tak karuan. "Sekarang lagi ngapain?" tanya Narendra lagi. Geraldine menggigit bibir bawahnya, bayangan kejadian semalam mendadak melintas. "Lagi rebahan, tapi bentar lagi aku mau mandi. Soalnya tadi belum mandi pas di rumah Arisa." "Ya sudah, aku tutup dulu ya. Buruan mandi, terus tidur! Kamu butuh istirahat total." Nada suara Narendra terdengar memerintah, tapi ada jejak perhatian posesif yang terselip di sana. "Iya, Mas." Sambungan terputus. Geraldine menghela napas panjang, menatap kosong layar ponsel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN