Tok... Tok... Tok... "Masuk." "Siang pak..." Hendra masuk lebih dulu di susul oleh Dara. "Selamat siang pak Usman." "Siang, siang...! Silakan duduk." gadis itu mengangguk dan duduk di atas sofa yang duduk berseberangan dengan direktur perusahaan mereka. "Jadi apakah anda sudah tahu kenapa saya memanggil anda kemari nona?" Dara tersenyum ramah lantas mengangguk, meskipun sekarang ini dirinya sangatlah gugup. Namun, Dara mampu melewati semua itu. Ia begitu tenang dan duduk elegan menatap lelaki paruh baya itu. "Saya harus melakukan presentasi penjualan tahun ini untuk rapat nanti pak." "Bagus..." "Hmmm, kalau boleh tahu siapa nama anda?" Dara mengerutkan alis tak mengerti dengan pertanyaan itu, matanya sempat melirik lirik Hendra sejenak namu kembali fokus ke Usman. "Saya Dara pa

