Kutu buku?

1338 Kata

"Papa serahkan kantor cabang yang di sana padamu, setelah kamu mampu menyelesaikan masalah yang terjadi di sana kamu harus kembali lagi ke pusat." ujar Bimo yang duduk begitu gagah di kursi kebesarannya. "Kenapa harus Bara? Om Beni dan om Andrew bahkan lebih pantas di sana." Bimo menghela nafas panjang, ia beranjak dan memutari meja kerjanya ikut duduk di sofa bersama Bara. "Dengar bang, nasib perusahaan ada di tanganmu. Dan jangan iri dengan om Beni atau om Andrew, mereka juga memiliki tanggung jawab sendiri masing-masing." "Bara sudah mengatakan berkali-kali, Bara nggak mau kerja kantoran pa." Bimo yang hendak menyulut ujung rokoknya pun terhenti karena ucapan Bara. Ia menaruh kembali batang rokok itu lantas duduk bersandar memandangi putranya. "Masih nggak bisa move on?" ejeknya, Ba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN