Dara

1308 Kata

Mereka berdua kembali berhubungan dengan baik setelah Bara menelepon Dara di saat orang tuanya keluar makan malam di kantin rumah sakit. Bara menceritakan semua yang ia alami, sampai ia harus menjalani rawat inap di rumah sakit. Tentu itu membuat Dara khawatir, tapi Bara berhasil meyakinkan kekasih hatinya agar tak terlalu memikirkan nasib Bara. Semua itu karena Bara mengatakan Riana dan Bimo, orang tuanya pemuda itu merawatnya dengan baik. "Sayang... Sudah jangan menangis lagi." "Kakak sakit di sana, bagaimana Dara bisa tenang." ujarnya sesenggukan. "Kakak?" "Mak-maksudnya mas Bara." cicitnya malu, Bara menghela nafas panjang. Entah kenapa biasanya Dara mudah sekali mengiyakan tapi sekarang gadisnya susah sekali di bujuk. Bara sampai kehilangan ide memberitahu semuanya kepada Dara. "

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN