Lepaskan***

1515 Kata

Hampir seminggu dia menjadi pemimpin perusahaan, belum banyak yang menyadari karena Bara menginginkan rapat itu harus di adakan tertutup dan tanpa musyawarah karyawan lainnya. Bara bahkan menikmati lift umum milik karyawan meskipun dia selalu sukses memikat atensi para gadis wanita, bahkan emak-emak sekaligus. "Jijik gue liatin muka-muka pengen mereka." gerutu Fikri yang berdiri di dekat Bos nya. Bara hanya meliriknya di ujung mata, karena ini udah kesekian kali Fikri mengeluh dengan sikap Bara yang terlampau humble untuk menjadi seorang pemimpin. Bimo pun demikian, tapi bukan berarti dia harus satu lift dan mengantri untuk naik ke ruangannya. Pemimpin gila, itu lah umpatan Fikri setiap kali dia harus menanggapi sikap absurd Bara. "Lo tu ya..." Fikri menunjuk kepala Bara dari belak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN