Bara melangkah dengan gontai masuk ke dalam apartemennya, ia membanting tubuhnya ke atas sofa panjang yang sudah lama tak terjamah olehnya. Matanya memejam lumayan merasa capek karena bergantian menyetir mobil dengan Fikri. Jarak yang di tempuh lumayan jauh, dan itu memakan waktu kurang lebih delapan jam. Fikri yang berjalan di belakangnya tadi membawa serta koper miliknya sendiri, wajah lelah serta mengantuk pun juga menerjang dirinya. Ia pun memejamkan mata dengan rebahan di karpet bulu bawah sofa, tubuhnya benar-benar serasa remuk. Sudah lama tak melakukan perjalanan jauh menggunakan kendaraan pribadi dan menyetirnya sendiri. Sudahlah, dipikir besok saja, yang penting sekarang adalah tidur. ***** Keesokan hari, meskipun baru saja tidur tak genap empat jam, Bara merasa seluruh tub

