"Selamat dek..." Bara memeluk adiknya yang sekarang sudah resmi menggantikannya menjadi pemimpin perusahaan PA Group. "Thanks..." "Apa rencana abang selanjutnya?" lanjut Zahir setelah mereka duduk berdua di atas sofa dalam ruangan yang sudah resmi menjadi miliknya. "Nanti malam abang langsung balik ke Jakarta." Zahir terhenyak menatap Bara penuh intens, "secepat itu?" "Iya." "Bareng papa?" Bara menggeleng. "Terus?" "Abang akan kembali ke apartemen." "Tapi kalian bisa pulang sama-sama bang." "Tidak... Papa pasti akan menyuruhku kembali ke rumahnya." Zahir menghela nafas panjang, "papa hanya menyayangi abang, apa abang akan terus menghindarinya?" Bara terdiam, ia sadar dirinya sangat egois. Apa yang Bimo lakukan semua demi kebaikan mereka, sang papa hanya berusaha melindungi

