episode 23.

1200 Kata
Setelah pembicaraan itu yang membuat Camelia diam, mereka tidak berbicara lagi. Camelia sibuk menghabiskan makanannya, sedangkan Arya sibuk menjawab telpon yang masuk ke handphone nya. " Iya ma, Arya sebentar lagi juga pulang " jawab Arya pada orang di seberang telpon. "..." " Oke bye ma " ucap Arya sambil menutup telponnya. Arya melihat Camelia sudah menghabiskan makannya, " Kamu sudah selesai ? tanya Arya setelah Camelia selesai dengan minumnya. Yang di balas anggukan kepala Camelia. " Ya udah, yuk saya antar pulang.. " jawab Arya sambil membayar makanan mereka. Melihat Camelia yang akan mengambil uang ia berucap, " sudah saya bayar sekalian " jawab Arya, sambil menarik sebelah tangan Camelia supaya mengikutinya. " Saya mau pulang pak ? " jawab Camelia, berusaha melepaskan tangannya yang di genggam Arya. Arya tak menghiraukan perkataan Camelia, ai berjalan menuju mobil yang tadi ia Parkirkan di pinggir jalan taman, sambil tetap menggenggam tangan Camelia. " Masuk... " ucap Arya setelah membuka pintu mobil yang tadi ia kunci. Camelia menggelengkan kepalanya. " Masuk Lia, sudah malam saya antar pulang " Arya bersikeras untuk mengantar Camelia pulang. " Saya bisa pulang sendiri pak Arya,.. " ucap Camelia tak mau kalah. " Masuk mobil Cabe ..., " Arya membujuk tapi dengan sengaja mengejek. " Ih pak Arya ko manggil saya cabe sih, saya gak mau ya.. " Camelia menjawab dengan wajah cemberut. " makanya masuk, atau mau saya masukan.. " ucap Arya dengan setengah menggoda. Camelia yang mendengarnya malah melotot kaget, dan buru - buru ia masuk kedalam mobil, tiba - tiba pikirannya jadi mikir yang aneh - aneh. " Apa yang kamu pikirkan Lia " batinnya. Arya yang melihat Camelia masuk terburu - buru merasa heran, tapi ia tak mau ambil pusing, ia lalu mengitari mobilnya dan duduk di balik kemudi. Camelia yang masih berusaha untuk menghilangkan pikiran kotornya barusan, kaget ketika wajah Arya berada sangat dekat dengan wajahnya. " Pak Arya mau a_apa ? " tanya Camelia dengan gugup. Arya tak memperdulikan pertanyaan Camelia, ia mengangkat tangannya kearah wajah Camelia. Camelia yang melihat itu menutup matanya gugup, setelah merasa tidak ada yang terjadi. Ia membuka matanya sedikit dan melihat Arya menahan tawa di bibirnya. " Kenapa tutup mata? " tanya Arya dengan wajah yang masih berada dekat dengan wajah Camelia. " Mau di cium ? " tanya Arya dengan menaik turunkan alisnya. Camelia yang menyadari kalau sedang di kerjai lagi bos gilanya mendorong badan Arya supaya mundur , Arya yang melihat wajah merah Camelia tak tahan untuk tertawa. " Ha ha ha.. kamu lucu Lia " ucap Arya sambil tertawa keras. " Pak Arya gak lucu ih... Tau ah saya sebel banget " Camelia melipat tangan di d**a. " Iya - iya saya berhenti... Itu saya tadi mau ambil sisa nasi di rambut kamu nih " tunjuk Arya pada beberapa bulir nasi yang ada di telapak tangannya. Camelia yang mendengar itu bertambah merah warna wajahnya, begitu mengetahui tindakan ceroboh yang ia lakukan. " Pakai sabuk pengamannya.. " ucap Arya tak mau menggoda lagi Camelia. Arya mulai menjalankan mobil setelah melihat Camelia memakai sabuk pengamannya. ### " Kamu kenapa sekarang berubah Rama? " teriak marah Siska. " Aku nunggu kamu hampir satu jam di cafe tempat biasa kita bertemu tapi kamu gak datang, Sebenarnya mau kamu itu apa sih " Siska berteriak penuh emosi. Tadi pulang ia bekerja ia memutuskan untuk menuju cafe tempat ia dan Rama biasa bertemu, ia ingin menyelesaikan permasalahannya dengan Rama karena tadi siang ia harus kembali bekerja. Tapi ia sudah menunggu Rama hampir satu jam, tapi Rama tak juga datang berkali - kali di telpon tak juga ia angkat. Sehingga ia putuskan untuk mendatangi rumahnya ,tapi tak juga menemukan Rama juga. Akhirnya setelah hampir dua jam menunggu Rama baru pulang ke rumah, ia beralasan sibuk dengan jadwal bimbingan skripsi para mahasiswanya. Siska marah tentu saja ,siapa yang tak marah menunggu selama dua jam tapi yang di tunggu tak berminat untuk berbicara dengannya. " Mau kamu sebenarnya apa Rama? kenapa sekarang aku merasa hubungan kita semakin renggang? " Siska mulai terisak pelan, air matanya mengalir tanpa harus di suruh turun. Rama yang melihat Siska menangis langsung memeluknya erat, ia tak mengeluarkan satu kata pun. Ia membiarkan Siska menumpahkan semua yang ia rasakan terlebih dahulu. Setelah dirasa Siska mulai tenang, Rama mengusap perlahan air mata yang masih tersisa di pipi Siska. Rama memandang mata siska tanpa mengucapkan satu kata pun yang keluar dari mulutnya. " Apa aku melakukan kesalahan ? " tanya Siska pelan sambil menatap mata sendu Rama.. " Tidak .." ucap Rama sambil menggelengkan kepala ke kiri dan kanan. " Lalu kenapa sikap kamu sekarang begitu berubah? " Siska bertanya lagi. " Maafkan aku karena menyakiti mu" ucap Rama sambil mengelus pipi Siska. " Aku maafkan, asalkan kita mulai semuanya dari awal ya.Kita bisa memulai dengan benar kali ini tanpa Camelia, hanya kita berdua ... Oke ? " Siska menggenggam tangan Rama supaya mengikuti keinginan nya. Rama yang mendengar nama Camelia di sebut merasa tercubit. Apakah ia bisa, sedangkan sekarang ia lebih sering memikirkan Camelia di banding Siska. " Ram ... Rama, " siska menyentuh pipi Rama karena tidak mendengar jawaban dari kekasihnya itu. " Lagian kamu dan Camelia sudah putus, Camelia juga tidak akan mau kembali sama kamu lagi. Jadi ayo kita perbaiki hubungan kira.? " ucap Siska yakin. " Maaf Siska... Tapi aku masih mencintai Camelia, bahkan di dalam sini sakit saat Camelia meminta mengakhiri hubungannya dengan ku.. " suara Rama agak meninggi, saat mengingat Camelia meminta putus darinya dengan air mata dan raut penuh kecewa di matanya. " Lalu bagaimana dengan hubungan kita Rama.. Kamu cinta sama Camelia terus sama aku gimana ? " teriak Siska meluapkan semua kemarahan yang sedang ia rasakan. " Aku gak tau.. Rasa yang dulu menggebu kalau aku lagi sama kamu, sekarang terasa hambar, terasa berbeda... Bahkan rasanya tak bergetar lagi " kata Rama dengan suara melirih di akhir kalimatnya. " B******k kamu Rama kamu anggap aku apa hah... " teriak Siska emosi. " Apa kurang aku buat kamu? aku mau jadi yang ke dua saat kamu sama Camelia, aku gak masalah saat aku kamu jadikan bayangan.. " Siska berteriak sambil memukul - mukul d**a Rama. " Aku gak terima Rama , kita tidak akan pernah BERAKHIR.. " setelah mengatakan itu Siska keluar dari rumah Rama. " S****n ... " Tama berteriak marah. ### " Makasih pak atas tumpangan dan makan gratisnya " Camelia berucap tulus, setelah mobil yang dikendarainya berhenti di depan rumahnya. " Eh ... Eh.. itu tidak gratis tahu, tapi ada imbalannya cabe.. " ucap Arya sambil menggoyangkan jari telunjuknya ke kiri dan kanan. " Saya harus bayar gitu pak ? " tanya Camelia tak percaya. Yang di balas anggukan kepala oleh Arya. " Oke berapa saya harus bayar? " dengan kesal Camelia membuka tasnya untuk membayar Arya. Tapi tangannya di tahan Arya. " Bukan pake uang cabe tapi.... " Arya sengaja menggantung ucapannya, sehingga membuat Camelia merasa cemas karena ia merasa akan di jaili lagi oleh bos gilanya ini. " Tapi mulai besok kamu harus dan wajib makan siang sama saya selama satu bulan... " ucap Arya senang dengan seringai di bibirnya. " TIDAK... " by Cha88. Terimakasih sudah mampir sudah mampir jangan lupa tekan ♥️ ya makasih.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN