" Sebenarnya bukan cuma kamu saja, saya juga sedang merasa tidak baik - baik saja. " ucap Arya dengan serius.
Camelia merasa aneh dengan apa yang di katakan Arya barusan." Ia juga sedang merasa tidak baik " maksudnya apa? ia tak mengerti.
" Pak bos sakit apa ? " tanya Camelia, bukannya bertanya arti merasa tidak baik, malah pertanyaan aneh itu yang keluar dari bibir Camelia .
Arya yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya, sebagai jawaban Camelia. Obrolan mereka terjeda dengan kedatangan pesanan yang mereka pesan.
" Sebenarnya saya itu, suka sakit kalau belum ketemu sama cabe ? " ucap Arya dengan raut wajah serius.
Uhuk uhuk .. Camelia tersedak air yang sedang ia minum, begitu mendengar jawaban aneh dari bosnya.
" Ketemu cabe? cabe apa maksudnya? " tanya Camelia bingung. Cabe apa yang bisa membuat orang merasa sakit kalau gak ketemu? pikir Camelia.
" Kamu tidak tahu ? " tanya Arya sambil mulai melahap makanan yang mereka pesan. Melihat Camelia yang seperti sedang berpikir keras membuat Arya tersenyum sendiri.
Sebenarnya ia hanya sedang bercanda dengan sakit kalau tidak bertemu cabe, itu hanya akal - akalan dia saja. Tapi melihat gadis itu seperti berpikir bahkan sampai mengerutkan kening berkali - kali ,ia semakin senang untuk menjahilinya .
BRAK.
" Dasar bos sinting.. " Camelia berucap dengan suara keras sambil menggebrak meja tempat mereka makan. Bahkan beberapa pengunjung menatap mereka aneh.
" Ya Tuhan Camelia, kamu apa - apaan sih main gebrak saja. kalau jantung saya copot gimana ? " tanya Arya sambil memegangi bagian d**a kirinya karena kaget. " Kamu jangan main gebrak saja Lia, gak enak sama yang lain " Arya berucap sambil menangkup tangan di depan d**a sambil menatap pengunjung yang lain.
Camelia yang menyadari itu hanya tersenyum sambil mengucap maaf pada p*******n yang lain. Setelah itu ia menatap tajam Arya yang ada di depannya.
" Lagian sih pak Arya bikin saya kaget sama Cabe " terang Camelia. Sekarang Arya yang di buat bingung dengan jawaban Camelia.
" Lah memang apa salah saya dengan sama cabe ? " tanya Arya tidak mengerti. Tadinya ia kan yang sedang menjahili kenapa jadi ia yang pusing batin Arya.
" Cabe yang bapak maksud cabe yang semok kan ? " tanya Camelia dengan wajah serius. Arya yang mendengarnya tambah pusing.
" Semok apa sih Lia? Kamu itu kalau ngomong jangan sepotong - sepotong jadi gak ribet " ucap Arya dengan kesal, kenapa jadi ia yang pusing sekarang. Kan tadi ia yang mengusili gadis di depannya ini.
" Ih pak Arya ini gak faham - faham " Camelia menjawab dengan wajah cemberut.
" Sini saya bisikin biar pak Arya gak malu ? " kata Camelia sambil mendorong badan agak ke depan supaya bisa terdengar Arya. Arya yang melihat camelia mendorong badan ke arahnya juga melakukan hal yang sama, supaya bisa mendengar apa yang akan di katakan gadis itu.
" Cabe yang bapak maksud cabe - cabe an kan pak ? yang bisa bikin bapak puas ? " tanya Camelia dengan muka sangat serius.
Arya yang mendengarnya memelototkan matanya. sehingga tanpa sadar jarinya menyentil kening Camelia, sehingga mengaduh sakit.
" Ih pak Arya kok saya di sentil sih.. " ucap Camelia tak terima. Arya yang melihat Camelia menatap tajam dirinya tak peduli.
" Kenapa mau lagi? " tanya Arya kemudian, yang melihat Camelia masih menatapnya. Camelia yang mendengar itu membuang muka jengkel.
" Kan emang itu jawaban cabe yang bapak maksud " Camelia tak mau kalah.
" kamu mau tahu cabe apa yang saya maksud ? " tanya Arya, karena sudah merasa puas melihat Camelia sudah tidak semurung tadi, saat ia melihatnya di taman.
Sebenar tadi Arya melihat Camelia waktu duduk di halte bus, dan ia juga sudah agak lama memperhatikan Camelia yang seperti sedang melamun tadi. Begitu Camelia berjalan menuju taman ia juga mengikutinya, entah lah ia punya firasat bahwa gadis itu sedang tak baik. Dan firasatnya benar.
Melihat Camelia yang menganggukan kepalanya , Arya tersenyum senang karena berhasil menjahili gadis ini.
" Cabe yang saya maksud itu... " Arya sengaja menggantung perkataannya supaya Camelia penasaran,
" Kamu... " ucap Arya tanpa beban, sambil terkekeh geli. Apa lagi melihat wajah Camelia yang bengong seakan masih mencerna apa yang telah di ucapkan Arya.
" Saya.. " Camelia menunjuk dadanya dengan jarinya sendiri. seolah membenarkan apa yang baru saja ia dengar.
" Iya.. kamu, kan saya bilang KAMU tadi " Arya berkata tenang.
" Mau tahu kenapa kamu yang saya bilang Cabe ? " tanya Arya yang kasihan melihat wajah bingung Camelia.
Camelia hanya mengangguk penasaran.
" Karena kamu itu judes, terus galak lagi." kata Arya dengan menahan senyum di bibirnya.
Camelia yang mendengar itu melotot dan tak terima, dirinya di katakan seperti Cabe, bagian mana dari dirinya yang mirip itu, pikir Camelia.
" pak Arya jangan asal ngomong ya bagian mana nya dari saya yang mirip cabe? " tanya Camelia tak terima atas ucapan Arya. Arya yang mendengar itu tersenyum geli mengingat saat pertama di omeli oleh Camelia.
" Kamu lupa Pas pertama ketemu saya kamu omeli, padahal kan kamu yang salah jalan gak lihat - lihat jadi nabrak saya di gunung? " tanya Arya sambil mengelap mulutnya dengan tisu, karena baru saja ia selesai makan.
"Emang saya yang nabrak ? " tanya Camelia tak terima. " Bukannya bapak ya ? " Camelia tak mau kalah.
" Ck Ck Ck dasar gak pikun " ejek Arya.
" Sya gak pikun ya " Camelia tak terima dirinya di katakan pikun.
" Coba kamu ingat - ingat berapa kali kamu nabrak saya ? Arya bertanya serius.
" satu.." Camelia menjawab dengan yakin. " waktu saya nabrak bapak di toilet, pagi sebelum pendakian " ucap Camelia dengan tangan di depan d**a.
Arya yang mendengarnya menggelengkan kepala tanda salah.
" Tiga .. " Arya menjawab dengan tiga jari yang ia angkat di depan wajahnya.
Camelia yang melihat itu menatap heran Arya, " tiga dari mana ? " pikir Camelia.
" Bagaiman bisa tiga sih pak Arya, ngaco deh " Camelia menjawab dengan suara kesal. " Satu pak ... satu, saya nabrak bapak itu satu kali. Sedangkan yang di gunung itu kan bapak yang nabrak saya ,gitu saja bapak gak mau ngaku sih " Camelia sungguh sangat kesal dengan Arya ,masa satu menjadi tiga pikir Camelia.
Arya tidak akan bisa melupakan hari ini, hari dimana ia bisa membuat gadis judes ini menahan kesal padanya.
" Kamu mau tahu kapan ? " tanya Arya
mengalah karena sepertinya selain judes juga galak Camelia mempunyai sifat keras kepala.
Camelia yang mendengarnya hanya memandang malas , ia sudah terlanjur kesal dengan bosnya ini.
" satu saat kita mendaki, dua saat di toilet waktu pagi itu dan satu lagi waktu di lift saat hari pertama saya bekerja, menggantikan ayah saya.. ya sekitar beberapa bulan yang lalu lah kalau tak salah." ucap Arya dengan senyum kemenangan . Yang membuat Camelia tak percaya, dengan apa yang telah di ucapkan Arya.
by Cha88.
Terima kasih sudah mampir jangan lupa tekan ♥️ ya makasih.