episode 21.

1296 Kata
Camelia merasa malu karena apa yang di ucapkan Arya memang benar. Melihat Camelia yang menahan malu dan masih mencoba membersihkan eyeliner yang luntur di wajahnya. ia membasahi tisu punya Camelia dengan air yang ia bawa tadi ,secara spontan mengangkat wajah Camelia membantu membersihkan bekas eyeliner yang masih ada. Deg Deg. Camelia terkejut dengan apa yang di lakukan Arya padanya. " Lo... Lo ngapain ? " tanya Camelia dengan gugup. " Bantuin lo lah, masa gue lagi lap mobil " ucap Arya santai , belum menyadari sepenuhnya apa yang sedang ia lakukan. Tanpa sengaja matanya menatap mata cokelat indah milik Camelia yang menatap matanya gugup. Seketika ia menyadari apa yang sedang di lakukan nya. Deg. " G****k apa yang gue lakuin tadi " batin Arya memaki dirinya, setelah melepaskan tangannya dari wajah Camelia pun merasakan jantungnya yang berdetak tak normal. " Aduh jantung gue bisa - bisa copot nih.. " batin Camelia. Suasana langsung hening dan canggung setelah apa yang terjadi pada mereka tadi. Ehem.. Arya berdehem untuk sedikit menghilangkan rasa panggungnya. " Lo ngapain disini ? " Arta bertanya untuk menghilangkan rasa canggung di antara mereka. " Nyari angin sumpek pak.. " ucap Camelia sekenanya saja. Arya melotot mendengar Camelia memanggilnya Pak. " Emang saya bapak kamu? " ucap Arya spontan mengganti panggilannya dengan saya dan kamu. Camelia kaget ketika Arya juga mengganti panggilannya dengan saya kamu, tapi tidak mempermasalahkannya. " Kan bapak emang bos saya sekarang di kantor " ucap Camelia dengan melihat wajah Arya sekilas. " Ah terserah kamu lah , saya lagi males berantem " ucap Arya tak peduli. Keduanya terdiam cukup lama, sibuk berpikir dengan pikirannya masing - masing. " Mau main jungkat - jungkit gak ? " Arya bertanya dengan wajah serius. Camelia yang mendengar pertanyaan dari Arya hanya menatap aneh pada atasan anehnya tersebut, mencoba menebak apa yang di pikir kan oleh pikiran bosnya itu. " Ah kelamaan ayo ... " ajak Arya menarik tangan Camelia dengan tidak sabar, membawanya ke area yang ada permainan untuk anak - anak. Suasana agak sepi karena sekarang bukan hari libur, dan waktu juga menunjukkan sudah petang jadi hanya sedikit yang ada di area taman ini. Arya mendudukan Camelia di ujung satu jungkat - jungkit kemudian ia naik ke ujung yang satunya. " Main yang bener ya kamu ,saya lagi pengen main, " ancam Arya dengan memelototkan matanya pada Camelia, yang balas dengan pandangan malas Camelia. Baru beberapa kali naik turun Arya menghentikan permainannya, " ikut saya... " Arya menarik tangan Camelia untuk mengikuti kemana ia pergi. " Bapak sebenarnya mau kemana lagi sih ? " Camelia bertanya dengan wajah kesal. Niat hati ingin menenangkan hati, kenapa selalu bertemu orang menyebalkan ini. Arya tak menjawab apa yang di tanyakan Camelia, ia memilih duduk di ayunan dan menyuruh Camelia untuk mendorongnya. " Dorong cepat .. " titahnya sok bossy. Camelia menurut dan mendorongnya pelan lantaran malas. Ia bingung kenapa ia mau menuruti semua ucapan Arya. " Kamu niat gak sih.. " ucap Arya kesal. " Yang kencang Lia, " ucap Arya lagi, ia mengeluh karena Camelia tidak menggunakan tenaga nya. " Ih kamu nyebelin.. " Arya berucap jengkel, sambil turun langsung dari ayunan yang ia naiki. " Duduk perintah Arya.. " perintah Arya sambil mendudukan Camelia di ayunan yang ia tadi duduki. Camelia tak habis pikir ,mau apa bos gilanya ini mengajak ia main ayunan mau malam begini, pikir Camelia. Setelah camelia duduk, Arya juga duduk di ayunan yang terdapat di sebelah Camelia. " Kamu mau tahu, cara paling ampuh menghilangkan beban di hati supaya jadi lega? " tanya Arya pada Camelia sambil mulai mendorong ayunan yang ia naiki ke depan ke belakang. " Pergi ke pantai berlari ke hutan " ucap Camelia tanpa minat, " Ck Ck ck pecinta Rangga Cinta ternyata... " ejek Arya pada Camelia, yang menirukan satu bait dialog di film lawas itu. " Berhubung bos kamu yang tampan ini lagi baik aku ajari.. " Arya berucap sombong, sambil memandang kearah Camelia. Arya mulai mendorong kencang ayunan yang ia naiki, sedangkan Camelia hanya menatap heran dengan tindakan aneh laki - laki yang menjadi bosnya itu. Setelah ayunan Arya agak cepat Arya, " berteriak B*****k, s****n, ngapain lo balik lagi , gue gak suka ketemu lo lagi ... " Arya berteriak keras tanpa peduli ada atau tidak orang yang mendengar apa yang di ucapkan nya itu. Mungkin ia juga tidak peduli kalau ia di anggap orang gila. Sedangkan Camelia yang melihat Arya berbuat seperti itu mengerti apa yang di lakukan bosnya itu, perlahan ia mulai mendorong aturannya seperti yang tadi di lakukan Arya dan mulai berteriak sesuka hatinya. " Gue benci kalian, Rama b******k, lo b*****n yang bikin gue sakit, apa salah gue sama lo padahal gue sayang banget sama lo.. " teriak Camelia sambil menangis di setiap ayunan yang ia dorong. Arya yang sudah dari tadi berhenti mendorong ayunan yang ia naiki, hanya menatap Camelia tanpa ikut campur dengan apa yang di rasakan gadis di sampingnya itu. Karena ia pun sedang di posisi sama dengan gadis yang ada di sebelahnya itu. Kembalinya Sarah ke sini setelah sekian lama mengingatkan ia pada kenangan yang sudah lama ia kubur, tapi kembalinya lagi gadis itu kembali membuka luka di hatinya itu. Ayunan yang di naiki Camelia berhenti, Camelia mengusap air mata yang mengalir di pipinya karena ia menumpahkan semua perasaan yang membebani dirinya, tapi setelah itu ia mulai tersenyum setelah di rasa hatinya mulai lega. Arya yang melihat senyum di wajah Camelia pun merasa sedikit tenang, ternyata cara yang secara mendadak ia temukan bisa meringankan sedikit beban di hati gadis itu, begitu juga di hatinya. Entah ia mendapat ide itu dari mana tapi ia bersyukur bisa mendapatkan ide konyol itu, hingga ia merasa sedikit lega dengan perasaannya. Arya bangkit berdiri lalu, berjalan menghampiri Camelia yang masih menghapus sisa air mata yang berada di pipinya. " Sudah puas dan merasa lebih baik ? " tanya Arya sambil berdiri di depan Camelia. Camelia yang melihat Arya di depannya, ia jadi teringat kalau ia melakukan semua itu atas ajakan laki - laki di depannya itu. " Sedikit lega, " Camelia menampilkan senyum tulus menjawab pertanyaan dari Arya. " Saya kira kita harus mencari danau apa laut untuk bisa berteriak seperti tadi.. Mungkin lain kali bisa saya lakukan lagi " ucap Camelia. " Tapi sepertinya besok - besok, kalau kita mau lakukan lagi kita harus cari tempat sepi, supaya tidak di anggap orang gila.. " Arya berucap sambil menatap sekitar mereka. Camelia mengikuti arah yang di pandang oleh Arya, ia membulatkan mata kaget. Karena ada yang menatap mereka dengan ekspresi berbeda - beda, Camelia meringis malu. Pasti mereka memikirkan aneh tingkah dirinya dan Arya. " Saya lapar.. Kamu tidak lapar? " ucap Arya sambil memegangi perutnya. Mendapat pertanyaan dari Arya , tiba - tiba saja Camelia merasakan lapar juga, pada hal tadi ia tidak merasakan lapar. " Iya aku juga lapar, mau makan bersama " tawar Camelia, itung - itung ucapan terima kasih pikir Camelia. " Boleh.. ayo " Arya beranjak di ikuti Camelia di sampingnya. " Mau makan apa? " tanya Arya lagi " Sepertinya sate enak ya.. " Camelia mencium bau sate yang masih di bakar, yang membuat perutnya meronta - ronta. " Oke ... let go " Arya dan Camelia berjalan menuju warung yang menjual sate. Setibanya di warung mereka langsung memesan dua porsi sate ayam dan juga lontong beserta es jeruk untuk minumnya. Mereka memilih meja tengah yang masih kosong. " Terima kasih pak.. Anda sudah membuat perasaan saya sedikit lega.. " ucap Camelia tulus pada Arya. Arya yang melihat itu pun hanya menganggukan kepala sebagai jawabannya. " Sebenarnya bukan cuma kamu saja, saya juga sedang tidak baik makanya saya juga melakukan hal yang sama. " ucap Arya lagi dengan pandangan serius kearah Camelia. by Cha88. Terimakasih sudah mampir jangan lupa ♥️ ya makasih
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN