Arya pov.
Arya melangkahkan kakinya dengan menuju ruang kantornya berada. Moodnya tiba - tiba buruk setelah bertemu sarah.
Ia teringat dulu mereka menjalin hubungan dari bangku kuliah semester lima, sampai mereka lulus kuliah. Mereka jadi pasangan yang di idolakan di kampusnya dulu.
Sarah yang cantik bisa di bilang ia salah satu primadona kampus, sedangkan ia di kenal karena anak dari ketua yayasan, yang tampan sehingga banyak gadis yang mengejarnya. Ketika kabar ia menjalin hubungan dengan Sarah tersebar di kampus, banyak mata yang iri dengan mereka.
Hubungan mereka berlanjut setelah kedua keluarga merestui hubungan antar keduanya, keluarga mereka mendukung untuk meresmikan hubungan mereka.
Sehingga mereka memutuskan untuk bertunangan dahulu, karena Arya harus meneruskan kuliahnya S1 nya dulu di singapura. Jadi untuk pengikat keluarga setuju untuk bertunangan terlebih dahulu.
Setahun pertama Arya di singapura hubungan mereka masih berjalan baik, kadang Sarah mengunjunginya ke singapura, kadang juga Arya yang menyempatkan pulang ke tanah air untuk sekedar melepas rindu pada keluarga, sekaligus sang tunangan tercinta.
Tapi memasuki tahun ke dua komunikasi mereka agak berkurang, Arya yang sibuk dengan kuliahnya supaya cepat lulus dan Sarah dengan pekerjaannya sebagai manager salah satu hotel di jakarta, lumayan sibuk sehingga jarang berkomunikasi.
Arya memaklumi saja kalau komunikasi mereka berkurang karena kesibukan masing - masing, jadi ia berpikir positif saja kalau sang kekasih sedang sibuk. karena jabatan manager itu merupakan posisi yang sibuk bagi Arya.
Tepat ke dua tahun mereka bertunangan, Arya memutuskan untuk membuat kejutan untuk Sarah, dengan pulang ke indonesia tanpa memberi tahu siapa pun, karena tidak ingin kekuatannya gagal.
Arya menghubungi Toni yang merupakan, sahabatnya itu untuk membantu membuatkan kejutan di apartemen yang di tempati sang kekasih, yang merupakan hadiah pertunangan darinya.
Dengan bermodalkan kunci duplikat yang ia punya, dirinya dan Toni berusaha menghias apartemen itu dengan cantik dan indah supaya tunangannya itu terkesan. Kue , lilin, balon bahkan bunga mawar pun sudah ia siapkan untuk menyambut tunangannya itu.
Jam menunjukan pukul delapan saat terdengar kunci pintu di buka dari luar. Semua lampu di matikan agar acara semakin romantis.
Tapi ketika pintu terbuka menampilkan sarah yang sedang berciuman panas dengan seorang laki - laki yang tidak ia ketahui siapa laki - laki tersebut. Bukan hanya berciuman tapi tangan sang pria sudah meraba - raba buah d**a Sarah.
Bahkan kemeja yang Sarah gunakan sudah terlepas beberapa kancingnya, padahal mereka belum masuk ke dalam apartemen masih berada di depan pintu.
Arya yang melihat itu terkejut tak percaya Sarah bisa berbuat seperti itu. Saking terkejutnya ia tidak sadar menjatuhkan kue yang ia pegang mengenai balon - balon yang berada di lantai, yang sengaja di sebar oleh Toni tadi sebagai salah satu dekorasi.
Mendengar seperti ada yang jatuh Sarah dan laki - laki itu seketika menghentikan kegiatan yang sedang mereka lakukan, Sarah berinisiatif menyalakan sakelar lampu yang terdapat di dekat kepala teman lelakinya itu.
Seketika ruangan yang tadinya gelap menjadi terang, Sarah terkejut begitu mengetahui Arya berdiri di tengah ruangan sambil memegang buket bunga dan di dekat kakinya ada kue coklat yang sudah hancur berantakan.
Sedangkan Arya berdiri mematung terkejut begitu melihat siapa laki - laki yang tadi berciuman panas bersama tunangannya.
Bukan hanya Arya , Toni pun tak kalah kaget melihat siapa laki - laki tersebut.
" Rizal.. " ucapnya tak percaya.
Berbeda dengan Arya dan Toni yang mematung melihat kehadiran Rizal di situ. Rizal justru tersenyum senang sekaligus heran, kenapa kedua orang yang merupakan sepupu dan temannya itu terlihat marah dan kaget melihat kehadirannya.
" Arya ... Toni .." ucapnya semangat dan berjalan meninggalkan Sarah yang masih terkejut dengan kehadiran Arya tunangannya itu.
" Kok kalian bisa di sini? " tanyanya heran setelah panggilannya tak mendapat sambutan hangat seperti biasa. Ia merasa ada yang aneh dengan keduanya.
Arya yang sudah menguasai dirinya, menormalkan wajahnya yang marah.
" Lo kok bisa di sini Zal.. ? " tanya Arya tanpa mengalihkan pandangannya dari Sarah, walau pun ia bertanya pada Rizal. Sedangkan Toni hanya diam, jujur ia masih merasa kaget, belum bisa mencerna kejadian yang terjadi.
" Ketemu cewek gue lah, kan ini apartemen cewek gue? " ucapnya heran.
" Lo sendiri ? " tanya balik Rizal.
Arya dan Toni yang mendengar ucapan Rizal melotot kaget. " cewek gue " apa maksudnya ini , batin keduanya.
Arya yang sudah terlanjur emosi langsung membuang Bunga yang dari tadi ia pegang, lalu meraih baju bagian depan Rizal dengan mengcengkramnya kuat.
" MAKSUD LO APA BILANG SARAH CEWEK LO.. HAH ? " tanya Arya dengan emosi yang sudah sampai ubun - ubun.
Ia tak bisa lagi menahan emosi yang sudah dari tadi ia tahan saat melihat Sarah b******u dengan panas, dan yang paling parahnya lagi laki - laki itu adalah sepupunya sendiri. Anak dari om dari pihak mamanya.
Toni yang melihat Arya kehilangan kendali berusaha memisahkan mereka, sebelum terjadi hal yang lebih parah.
" Bisa - bisa babak belur mereka " batin Toni.
Sarah yang melihat juga langsung berteriak histeris, " Ar... Lepas in jangan berantem." sarah berusaha melepaskan tangan Arya yang masih mencengkeram kemeja Rizal.
Arya yang melihat Sarah yang seperti membela Rizal , langsung melayangkan pukulan nya pada pipi kiri Rizal, hingga Rizal terjatuh ke lantai, belum sempat Rizal berdiri Arya langsung melayangkan pukulan - pukulan lagi pada bagian tubuh Rizal yang lain.
Toni kewalahan menghadapi Arya yang sedang emosi seperti ini., Hingga tamparan keras di pipi menghentikan Arya dari tindakan brutalnya tersebut.
Plakk.
" Berhenti Ar... Berhenti " ucap Sarah mencoba menyadarkan Arya yang sudah emosi.
Tamparan dari Sarah menghentikan aksi Arya yang sedang memukuli Rizal. Sarah membantu Rizal untuk duduk, setelah setelah wajah dan tubuhnya babak belur di hajar Arya.
" Lo sebenarnya kenapa si Arya , lo kok tiba - tiba mukul gue tanpa sebab ? " Rizal bertanya dengan bersusah payah untuk duduk,.
Melihat Arya yang masih di kuasai emosi, Toni berinisiatif menjawab pertanyaan dari sepupu temannya itu.
" Sarah tunangan Arya .., Zal !" ucap Toni mengagetkan Rizal. Rizal yang kaget langsung menatap Sarah yang duduk di sampingnya, dengan wajah menghadap lantai.
" Kamu tunangan Arya ? " tanya Rizal tak percaya, yang di jawab anggukan pelan oleh Sarah.
" Ya Tuhan... Sarah , kenapa kamu bohong, kamu bilang kamu singel, ternyata sudah bertunangan dan parah nya lagi dengan sepupu aku " Rizal menatap sarah dengan pandangan kecewa.
" Ar... Gue gak tau kalau Sarah tunangan lo, sumpah gue ketemu di tahun lalu di acara hotel dia dan perusahan gue di undang, karena gue kenal sama yang punya, sumpah " Rizal berusaha menjelaskan apa yang ia tahu tentang sarah.
" Pas ngobrol - ngobrol nyambung, trus nyaman trus dia juga ngaku ama gue jomblo ya udah gue lanjut. " Rizal berkata lagi.
Kata - kata yang di ucapkan Rizal sangat melukai hati Arya, sarah jomblo, sarah singel. Arya sangat ingin menertawakan nasibnya yang tak di anggap.
" Oh kamu mengaku singel, maksud kamu apa Sarah.. ? " tanya Arya sambil menarik tangan sarah supaya berdiri di depannya.
" lo bosan sama gue iya? lo gak anggap gue tunangan lo hah... jawab sarah .. jawab " Arya meluapkan emosi yang sedari tadi tidak turun. Kata yang biasanya kamu berubah jadi lo.
" Maaf.. Ar, maaf " hanya kata itu yang ia ucapkan karena tak tahu harus mengatakan apa.
" Ok... karena lo bolang singel, gue kabulin. Mulai sekarang hubungan kita PUTUS dengar putus, lo bebas mau maen sama siapa pun " kata Arya menekankan kata putus yang membuat hatinya hancur.
" Arya jangan Ar.. aku mohon..Aku minta maaf.. " Sarah memegang tangan Arya, tapi langsung di tepis oleh Arya.
Toni menyusul tanpa berkomentar sedikit pun.
by Cha88.
Terimakasih sudah mampir jangan lupa tekan ♥️ makasih.