episode 11.

1106 Kata
Siska bergegas keluar dari mobil Rama, setelah melihat mobil ayah dan adiknya pulang dari pendakian, Siska pikir mereka akan pulang larut karena perjalanan Jakarta Bogor lumayan jauh dan pasti akan terkena macet. Tapi ternyata ia malah bertemu dengan mereka saat ia masih berada bersama Rama. Ada perasaan takut ketika nanti sang ayah menanyakan ada hubungan apa ia dengan Rama, yang mereka tahu Rama adalah pacar dari Camelia. Tapi sebisa mungkin ia akan bersikap biasa saja. " Hai ayah !! Bagaimana penyajiannya menyenangkan ?" tanya siska menyapa sang ayah ,walaupun dengan perasaan gugup yang menghinggapi tubuhnya. " Hai sayang, acaranya menyenangkan !! Rencananya beberapa bulan lagi ayah akan pergi mendaki lagi. " jawab sang ayah. " Kamu dari mana kok baru pulang? Itu Rama bukan sih ? " tanya Beni lagi, sebenarnya bukan pertanyaan itu yang ingin ia ucapkan tapi, malah pertanyaan itu yang keluar. " Oh aku habis ketemuaan sama temen, itu bukan Rama ayah, itu teman kantor ku " ucap Siska bohong, karena belum berani jujur tentang hubungan yang ia jalani dengan pacar sang adik Camelia. " Ya sudah ayah ,aku masuk dulu ya ! Capek banget abis jalan sama ngumpul - ngumpul sama temen kantor " Siska berusaha pamit supaya ayahnya tidak bertanya apa pun lagi. Yang balas dengan anggukan kepala Beni sebagai jawabannya. Beni tahu putri sulungnya sedang berbohong, tapi ia tidak mau dulu mengambil tindakan karena ia masih belum faham dengan apa yang terjadi, jadi untuk sementara ia akan berpura - pura dahulu tidak tahu apa pun. Camelia yang semenjak turun gunung tadi sudah kesal, sekarang malah tambah kesal. Walaupun ia sudah memutuskan untuk mengakhiri semua hubungan antara industrinya dan Rama, Tapi tetap saja ia kesal dan marah melihat Siska dan Rama berciuman tadi, walaupun hanya di pipi. " B******k " maki Camelia dengan mengepalkan kedua tangannya erat, menyalurkan semua kekesalan yang ia rasakan sejak tadi. Ia beranjak masuk ke kamar mandi, ia berencana akan merilexkan tubuh nya yang benar - benar lelah, karena seharian tadi tubuhnya terus menyimpan kekesalan pada duo laki - laki menyebalkan yang tidak henti - hentinya mengganggu ketentraman jiwanya. Padahal kan niatnya untuk ikut sang ayah mendaki untuk menghilangkan kesedihan yang ia rasakan, tapi karena duo b******n itu bukannya damai dan senang tapi malah tambah kesel yang ada. #### Hari senin adalah hari yang paling tidak di sukai hampir semua orang, alasannya sepele karena belum puas dengan hari libur mereka. Camelia sudah sampai di kantor ketika waktu menunjukan angka setengah delapan kurang, lumayan pagi untuk seorang karyawan seperti Camelia.Karena biasanya karyawan yang lain paling cepat, datang lima belas menit sebelum jam delapan. Tapi ternyata Desi sudah ada sepertinya ia sedang sibuk dengan parpolnya, " Door " teriak Camelia sambil memegang bahu Desi, yang membuat ia berteriak " Anjir.. kutu " teriak Desi histeris. " Ha ha ha " tawa Camelia yang senang karena berhasil membuat Desi terkejut. " Lia, loe mau bikin gue jantungan apa.. " kesal Desi karena Lia yang membuat jantungnya seperti habis marathon. " Ha ha ha.. Iya - iya sorry, lagian loe pagi - pagi dah sibuk aja !" Camelia menjawab sambil berusaha untuk menghentikan tawa yang mulai membuatnya sakit perut. " Gue lagi beresin laporan keuangan bulanan yang di suruh pak Teguh nih. Loe dah beres bikin? " tanya nya sambil tetap fokus pada layar laptop di hadapannya. " Oh yang itu udah lah masa belum, kan udah hampir dua hari pak Teguh kan nyuruhnya jangan lewat dari dua hari kan ? " tanya Camelia sambil mengingat - ingat apa yang waktu itu dia suruh untuk di lakukan. " Loe belum beres ?" tanya Camelia seperti mengerti apa yang sedang di lakukan dari tadi oleh temannya. " Belum .. Makanya gue datang pagi, supaya cepet selesai " sambung Desi masih dengan tangan yang sibuk bergerak - gerak di atas laptopnya. " Assalamualaikum ... wahai teman - teman ku yang cantik , tapi masih cantik an yang memberi salam.. " ucapan salam dengan suara yang sangat keras, mengalihkan perhatian mereka berdua dari kegiatan masing - masing. " Ini kantor woy, bukan hutan.. " balas Desi tak mau kalah, Camelia yang melihat hanya menggelengkan kepala sambil tertawa. " Siapa juga yang bilang hutan, mana ada cewek cantik di hutan.. Ngaco loe " jawab asal Laras menanggapi omongan Desi. Belum sempat Desi membalas terdengar suara yang menghentikan mereka berdua , " Kalian ini masih pagi sudah ribut saja, gak cape apa itu mulut kalian. Aduh saya pusing, baru datang sudah denger suara toa kalian... !! " Omel seorang suara laki - laki sambil berjalan masuk. "Eh pak Teguh he he he... Biasa pak kali sedang diskusi dulu " alibi Laras begitu tau siapa pemilik suara, sambil cengengesan. pak Teguh adalah kepala keuangan mereka, jadi sebenarnya itu bukan yang pertama bagi mereka di tegur begitu. " Kamu kok bisa Lia ,temenan sama duo toa kayak mereka. Saya pusing dengernya " keluh pak Teguh pada camelia. Sambil berjalan ke ruangan tempat ia biasa bekerja. " Gak masalah kok pak ,yang penting mereka setia kawan saja pak " jawab Camelia dengan tersenyum ,seolah hal itu sudah biasa. Ya memang biasa bagi Camelia, karna mereka sudah dekat dua tahun lalu, ketika ia pertama masuk ke perusahaan itu. " Ya udah lah terserah kamu saja, saya masuk dulu.. Eh iya , nanti sebelum makan siang kita di suruh meting dulu. Kalian jangan lupa soalnya penting Kalian mengerti kan !! " ucapnya lagi sebelum masuk ke ruangannya. Setelah mendapat anggukan sebagai jawaban dari para bawahannya. " Emang mau apa, kok di suruh meting ?" Camelia sedikit penasaran. " kalau gak salah, katanya mau ngenalin direktur baru, kan pak Heru sudah gak kerja lagi dari minggu kemaren ,trus yang nerusin semarang anaknya yang kedua, soalnya anak pertamanya kan di kantor yang di Jogya " ucap Desi panjang lebar. " Kok loe tahu " sahut Camelia penasaran. " Loe gimana sih Lia ,seorang Desi masa gak tau hal seperti ini. Dia kan ngikutin group gosip lambe - lambean ya gak Des.. " yang di sambung dengan suara cekikikan Laras dan Camelia. Camelia mengangguk - anggukan kepalanya seolah faham dengan apa yang di ucapkan temannya itu " Iya juga ya, tapi ada untungnya juga sih Ras.., kita jadi gak ketinggalan info yang penting " sambung Camelia. " Karena kita punya MAK DESI yang tau segalanya. Ha ha ha " ucap Camelia dengan menekankan kata mak Desi dengan jelas, bermaksud untung meledek sang sahabat. " S****n kalian, temen gak ada ahlak emang " maki Desi dengan wajah cemberut. " Sudah - sudah ayo kerja, nanti kita di pecat sama pak kepala jadi pengangguran berjamah lagi."Laras mengingatkan yang diangguki oleh dua orang temannya itu. by cha88.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN