episode 12.

1251 Kata
Seorang laki - laki berjalan dengan sedikit tergesa - gesa, ia tadi bangun kesiangan padahal tidak biasanya ia bangun terlambat walau pun semalam apa pun ia tidur. Ia langsung memasuki lif setelah pintunya terbuka, dan ia langsung menekan angka lantai akan ia tuju, ia sangat tidak sabar karena tidak biasanya ia terlambat berkerja. Ting Bunyi pintu lif yang terbuka pertanda bahwa ia sudah sampai pada lantai yang ia tuju. Di depan pintu ia melihat seorang wanita yang langsung berdiri menyapanya. " Selamat pagi pak Arya.. " sapa ramah Wina yang merupakan sekretarisnya. Yang ia jawab hanya dengan senyum dan menundukan kepalanya saja. Ia tak perlu repot - repot untuk membalas ucapan salam yang ia terima, hanya dengan anggukan kepala pun itu sudah cukup baginya. Baru saja duduk pintu ruangannya terbuka lagi, Wina masuk dengan membawa beberapa laporan dan berkas yang harus di periksa oleh sang atasan. " Maaf pak ini ada beberapa laporan dan berkas yang harus anda tanda tangani dan periksa, serta saya akan memberitahukan agenda anda hari ini " ucap Wina sopan, dan mulai membacakan apa saja agenda yang harus ia kerjain. " Oh iya pak, sesuai rencana yang di persiapkan pak Heru nanti siang akan ada acara perkenalan anda sebagai direktur baru, sebelum acara resmi yang akan di adakan lima hari berikutnya " ucap Wina lagi mengingatkan sang atasan. " Jam berapa acaranya ?" tanya Arya sambil mulai memeriksa berkas - berkas yang yang harus ia tanda tangani. " Jam makan siang pak, bersama staf dari beberapa devisi. " jawab Wina. " Oke kamu boleh keluar " " Baik pak saya permisi " Arya mengunggulkan kepalanya, setelah itu Wina segera keluar. " Huh dingin banget tuh si bos, beda banget sama pak Heru, berasa membeku gue " gerutu wina sambil duduk kembali di meja kerjanya. " Nona Wina yang cantik, pak Arya ada di dalam kan? " tanya Toni pada Wina dengan sedikit menggoda sekertaris temannya itu. " Oh ada pak Toni baru saja datang, masuk aja pak.. " balas Wina sambil tersipu malu mendengar godaan dari asisten bos barunya. " No no no mas, panggil saya mas saja kalau pak berasa tua saya, " canda Toni dengan mengedipkan sebelah matanya. " Ba_baik pak eh mas Toni ,silahkan masuk " Wina me.jawab dengan sedikit gugup. Pintu yang terbuka membuat Arya menaikan kepalanya melihat siapa yang masuk ke ruangannya tanpa mengetuk dulu, " Hai bro.. " ucap Toni lansung masuk ke dalam ruangan Arya. Arya yang melihat Toni masuk, menaikkan sebelah alisnya seakan berkata " ada apa " kepada Toni.Toni yang sudah mengetahui silat sang sahabat langsung memberi tahu kenapa ia datang ke sana. " loe gak lupa kan nanti siang, bakal ada acara yang memperkenalkan kamu sebagai direktur ? " Toni bertanya langsung. " Udah tadi Wina ngasih tahu gue " jawab Arya tanpa mengalihkan pandangannya dari dokumen yang sedang ia pelajari. " Eh loe dah baca, dokumen tentang rencana pembangunan hotel yang di Bandung ? " tanya Toni mulai serius. " Sudah tapi tanahnya kan belum deal, harga yang di patok terlalu mahal jadi kita harus menghitung lagi anggaran yang sebelumnya. " jawab Arya panjang.Ini adalah proyek pertamanya setelah ia menjadi direktur menggantikan sang ayah. Awalnya ia hanya sekedar membantu saja karena ia lebih fokus pada cabang perusahaan yang di singapura, tapi sang ibu selalu menyuruhnya agar pulang ke negaranya sendiri. Awalnya ia menolak tapi karena bujukan dari ibu ,ayah, kakak dan adiknya akhirnya ia luluh juga. Ya iya lah masa ada annan yang tidak sayang pada orang tuanya sendiri. Akhirnya disini lah ia sekarang, menggantikan posisi sang ayah yang beralasan ingin menikmati hari tua dengan sang istri tercinta. Harusnya posisi ini di isi oleh sang kakak tapi ia menolak, dan beralasan ia lebih menyukai yogya di banding jakarta, Katanya mau anak pertama atau kedua sama saja tak ada bedanya. " Jadi nanti kita akan membahasnya dengan bagian keungan juga, biar semuanya lansung jadi tidak ada masalah di kemudian hari " .jawab Arya dan melanjutkan pembahasannya dengan Toni tentang apa saja yang harus mereka lakukan. Tak terasa waktu makan siang pun tiba, Tok Tok Tok Ketukan di pintu menghentikan Arya dan Toni ,yang masih berdiskusi. " Masuk " Setelah terdengar perintah masuk, Wina membuka pintu dan memberi tahukan bahwa acara perkenalan direktur akan di mulai. "Baiklah, kamu boleh duluan " perintah Arya pada Wina, yang di angguki oleh Wina. Sesaat setelah Wina pergi Arya dan Toni juga memutuskan untuk bersiap. Dilain tempat Camelia dan kedua temannya juga akan le tempat acara perkenalan direktur mereka yang baru. " Katanya ganteng dan masih muda ya ,direktur yang baru? " tanya Laras dengan semangat. " Kalau masih muda aku juga mau ah, nyalon jadi pacar atau istri " jawab Camelia asal yang membuat kedua temannya memandangnya kaget. Merasa di perhatikan Camelia menikahkan kepalanya kearah dua temannya, kemudian bertanya. " Kenapa gak boleh emang ?" tanya Camelia bingung. Melihat ekspresi ke dua temannya. " Nah gitu donk Lia ,bangkit jangan galau mulu, buktikan kalau kamu kuat jangan kalah sama si b******k itu yang udah menghianati kamu.. Oke cantik " Laras menjawab dengan ekspresi yang menggebu - gebu. Camelia terharu dengan ketulusan hati teman - temannya. " Thanks ya kalian selalu ada di saat gue butuh kalian " ucap Camelia dengan mata yang berkaca - kaca. Yang di balas dengan pelukan mereka bertiga layaknya teletabis. Camelia pasti akan menyesal, kalau seandainya ia mengetahui bahwa yang menjadi direkturnya sekarang adalah Arya, lelaki yang membuat ia kesel setengah mati gara - gara kelakuannya kemarin di tempat pendakian. Ia pasti menangis setelah mengatakan " siapa tau bisa jadi calon pacar atau istri " begitu mengetahui siapa direktur barunya. Mereka sampai ke tempat acara yang dilakukan masih di gedung tempat mereka bekerja, tepatnya di lantai tiga belas di gedung itu, dua lantai di bawah sang direktur. Banyak yang sudah datang ke tempat acara, walaupun acara kali ini tidak semua yang hadir karena hanya karyawan dari beberapa devisi saja yang menghadiri, tapi suasana sudah sangat ramai. Camelia, Laras dan Desi masih mencari - cari meja atas nama devisi mereka. " Itu kayaknya deh.. " tunjuk Laras pada salah satu meja yang ada di barisan tengah meja. mereka berjalan kearah yang di tunjukan oleh Laras ,dan benar saja itu meja mereka bersama devisi HRD, ada tujuh kursi yang tersedia di situ. " Halo mbak Windi, apa kabarnya ? " sapa Camelia pada salah satu orang di situ yang merupakan staf HRD. Ke empat orang di situ menoleh begitu, mendengar ada yang memanggil nama salah satu dari mereka, " Oh hai Lia , baik kamu apa kabar juga, sekarang jarang ketemu ya kita? Kamu lagi sibuk banget ya kayaknya ? " sapa ia lagi dengan ramah. " Biasa lah mbak, ya namanya kerjaan di syukuran aja lah mbak " jawab camelia seraya duduk di kursi yang sudah di siapkan untuk bagian mereka. " Kalian penasaran gak, sama wajah bapak direktur kita yang baru ? " tanya Desi pada semua yang ada di meja mereka. " Katanya ganteng ya, ? " tanya salah satu dari mereka. Mereka sangat penasaran dengan rupa sang atasan yang baru apa lagi para wanita dari yang singel sampai yang sold out tetap saja penasaran. Tak lama orang yang di nantikan memasuki aula acara, seketika suasana langsung sunyi banyak yang menatap kagum karena direktur baru mereka tampan dan muda. Arya berjalan dengan percaya diri dengan di dampingi beberapa direksi dan juga Toni sang asisten, suasana yang tadi sempat sunyi seketika rama dengan bisik - bisik yang membicarakan direktur baru mereka. " Jerapah..." Camelia kaget. by cha88.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN