Eps. 3 = MENELEPON DI PAGI BUTA

1044 Kata
Waktu menunjukkan pukul 02.10 dini hari, aku terbangun karena ingin b*a*g a*r kecil. Kulihat Mas Eric sangat lelap dalam tidurnya, aku melangkahkan kakiku segera menuju WC. Selepas b*a*g a*r kecil, aku keluar menuju dapur untuk mengambil segelas air karena rasa dahaga yang tak bisa ditahan. Sepanjang aku menapaki tangga, samar-samar aku mendengar suara dari kamar milik Mira. "Mungkin dia sedang bertelepon dengan temannya "batinku berkata demikian Aku tiba di meja makan dan segera menuangkan air ke dalam gelas yang kubawa dari kamarku. Saat aku berlalu untuk kembali ke kamar, aku mendengar Mira menyebut namaku. "Ia aku bakalan cari cara biar besok bisa ketemuan sama Om, aku janji kok" ucap Mira pada seseorang diseberang telepon "Siapa Om yang dia maksud" batinku semakin bertanya-tanya "Tenang aja Om, seharian ini aku udah coba buat cari muka didepan Tante Yanti biar besok aku diijinkan buat keluar, haha" ucap Mira sambil tertawa nyaring " ***** " Aku tak dapat mendengar ucapan dari Om yang Mira maksudkan sebab ia tak meloudspeaker teleponnya. Aku pun tambah mendekatkan telingaku ke daun pintu kamar Mira agar bisa mendengar dengan jelas lagi. "Iyaa aman aja Om, apapun akan aku lakuin biar bisa ketemu Om ku tersayang. Besok aku jamin Om nggak bakalan nyesel sama service baruku " ucap Mira "Astaga service apa yang ia maksud lagi kali ini?" aku pun hanya bisa menduga-duga dalam hati " ***** " "Oke deh Om, besok aku tunggu Om di gang depan seperti biasa ya, biar ngak ketahuan sama Tante dan Om aku, soalnya besok kan hari Minggu so pastinya semua pada dirumah" lanjut Mira " ***** " "Siap Laksanakan Om, hehehe. Ya udah ya Om, Mira tidur dulu, sampai ketemu besok Om , Byee" jawab Mira sembari menutup telepon Sudah kuduga maksud ia membantu ku tadi pasti ada maunya. Tak biasanya bahkan sangat jarang ia mau membantuku didapur, ternyata ini alasannya. Aku pun bergegas balik ke kamar ku. Sesampai ku dikamar, aku tak bisa tidur karena pikiran ku dipenuhi berbagai pertanyaan tentang arah pembicaraan Mira tadi. "Ya Tuhan, apa yang dilakukan Mira bersama Om yang ia sebutkan tadi, semoga apa yang ada dalam pikiran ku ini salah" bantah ku dalam hati Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 03.00 dini hari, aku pun tertidur dengan lelapku. ***** Aku terbangun pukul 06.30 dan aku mendapati Mira yang sedang menyapu dan mengepel lantai rumah, aku pun tak lagi heran karena aku sudah mengetahui maksud dan tujuan Mira pura-pura rajin hari ini. Aku pun pura-pura menyapanya "Mira, tumben-tumbennya kamu bangun pagi dan beberes gini? " tanyaku pada Mira "Eh Tante, ngak apa-apa kok, cuman mau bantu Tante beberes aja sih. Soalnya udah dari subuh aku ngak bisa tidur jadi yah aku coba-coba beberes aja" jawab Mira sambil melempar senyum kearahku, padahal aku yakin ini hanya akal-akalan saja buat mengelabuhi ku agar dapat diijinkan sebentar. "Oh baguslah kalau kamu udah mulai punya pemikiran kayak gitu" balasku tersenyum "Oh iyaa Tante, Mira boleh minta izin ngak? Hari ini Mira sama teman-teman mau ngerjain tugas kelompok dirumah nya Dinda" pinta Mira memelas "Jam berapa mau kesana? Biar Tante antar yah atau kalau ngak Tante minta Om buat nganterin kamu" tanyaku sengaja memberikan bantuan untuk mengantarnya. Kulihat sekilas wajah Mira langsung berubah seolah sedang mencemaskan sesuatu. "Eh ngak usah Tan, soalnya ntar malah ngerepotin, biar nanti Mira tunggu angkot didepan aja Tan" jawab Mira Sudah kuduga pasti ia menolak diantar karena ada maksud dan tujuannya sendiri. Tak ku sangka ternyata Mira yang diam-diam ternyata sedikit licik dan pintar menyembunyikan sesuatu, sepertinya aku juga harus berhati-hati dengannya. "Ya sudah kalau gitu, nanti kamu izin lagi sama Om kamu yah, biar dia juga tau dan tidak mencemaskan kamu nantinya" saranku pada Mira "Iya Tante, makasih yah udah izinin Mira buat kerja kelompok bareng tenan-teman " ucap Mira tersenyum Aku membalas senyuman nya dan bergegas menuju dapur untuk menyiapkan sarapan untuk kami semua. Aku juga berniat untuk diam-diam mengikuti Mira bila ia pergi nanti, agar aku bisa tau dengan siapa ia jalan dan kemana ia pergi nantinya. Tiba di meja makan aku mencium aroma yang cukup sedap, ku buka tudung saji dan benar saja disana telah tersedia nasi goreng dan beberapa telur dadar yang seperti nya disiapkan Mira. Aku melangkahkan kakiku ke ruang tamu dan sengaja bertanya padanya. "Kamu yang siapin sarapan di meja makan ya Mir ?" tanyaku "Ia Tante, itu Mira yang siapin. Semoga rasanya ngak mengecewakan ya Tan, hehehe" jawab Mira "Wah pasti enak kok, kalau ngak enak juga ngak apa-apa lah, intinya kan kamu udah ada niat belajarnya" sambungku "Hehehe, makasih Tante" ucap Mira sambil berjalan menuju gudang untuk menyimpan sapu yang telah selesai ia gunakan. Aku langsung berjalan menuju kamar untuk membangunkan Mas Eric untuk sarapan bersama. Sesampainya di kamar ternyata Mas Eric sudah bangun dan aku mendengar bunyi air di kamar mandi, sepertinya ia sedang mandi. Aku lanjut membereskan tempat tidur sambil menunggu Mas Eric keluar dari kamar mandi. 10 menit berlalu Mas Eric keluar dari kamar mandi dan langsung menyapa ku "Eh Mama, dari mana aja ? Tadi Papa bangun Mama udah ngak ada di kamar. Pasti baru habis nyiapin sarapan yah? "tanya Mas Eric "Ia Pa, Mama dari bawah. Tadi rencananya sih gitu Pa, eh ternyata Mira udah nyiapin sarapan duluan buat kita" jawabku "Waaah tumben-tumbennya Mira bantuin Mama didapur, ngak biasanya tuh. Lagi akur yah, hehehe" ucap Mas Eric setengah menggodaku "Ngak kok Pa, orang itu kemauannya kok, ya udah cepat ganti bajunya ya habis itu turun biar kita sarapan bareng, ngak enak kalau makanan nya dingin" ucapku pada Mas Eric Mas Eric langsung melanjutkan aktivitas nya, ia mengambil pakaian nya dan segera memakai nya. Selepas itu kami pun turun bersama untuk sarapan bersama, tak lupa aku memanggil Mira untuk sarapan. Ternyata makanan Mira lumayan sedap dan nikmat. Aku yang baru pertama kali makan makanan buatannya pun langsung suka. "Waah enak banget nasi goreng nya , kata Tante kamu yang masak ya Mira?" tanya Mas Eric pada Mira "Syukurlah kalau Om sama Tante suka, Ia Om tadi Mira yang masak "jawab Mira dengan santai sambil tersenyum "Hebat loh baru pertama kali masak tapi enak kayak gini" ucap Mas Eric memberikan pujian pada Mira "Ah Om bisa saja" jawab Mira malu-malu karena dipuji Om nya Kami pun segera menyelesaikan sarapan kami dan setelah itu duduk santai bersama di ruang keluarga.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN