47 Hari berganti dengan kecepatan maksimal. Dahayu masih tidak percaya bila sebentar lagi dia akan menikah. Hal itu menyebabkannya senewen dan banyak melamun. Siang menjelang sore itu, Arya memenuhi janji untuk datang. Dahayu mengulum senyuman menyaksikan lelaki yang menunggunya di dekat tangga terbawah, sembari memegangi buket bunga beraneka warna. Siulan Westy dan senyuman para karyawan mengiringi adegan pemberian bunga tersebut. Pipi Dahayu yang merona, menjadikan Arya terpesona. Keduanya saling menatap sesaat, sebelum sama-sama mengulaskan senyuman. Seusai berpamitan pada Westy dan yang lainnya, Arya mengajak Dahayu menuju mobil SUV putih di tempat parkir. Pria berkemeja biru pas badan membukakan pintu buat Dahayu. Setelah menutup pintu, Arya memutari kendaraan dan memasuki bag

