part 20

1915 Kata

"Huuuftt ... d-dingin sekali, Kak ...." Itu suara Adit yang sedang mengusap-usapkan kedua tangan nya sambil meniupnya pelan. Berusaha mencari kehangatan di tengah perjalanan. Tunggu, perjalanan? Ya, mereka sudah berangkat pukul sembilan tadi pagi. Rafael sudah minta izin pada sang kakek dan tentu saja sang kakek mengizinkan. Posisi mereka sudah dekat lokasi tujuan, makanya suhu dingin sudah menguar meski di dalam mobil sudah menggunakan penghangat. "Dek, kau juga kedinginan? Sini kakak peluk!" ujar Tian sambil menarik Yogi kedalam dekapannya, sedari tadi anak itu asik mengeratkan jaket tebalnya sambil men-scrool ponselnya. Entah apa yang dilihatnya. "Eungh ... makasih, Kak. Ini cukup hangat," ucap Yogi pelan. 'Aku berharap kau ikut, Fer. Tapi aku sadar, kau sudah benci padaku,' ba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN