"ASTAGA!! Yak!!! Yogi! Dek, kau kenapa?!" Itu suara Tian, dia yang kebetulan sedang tak memiliki jam kuliah memilih untuk pulang. Tapi saat hendak menaiki tangga, ia melihat siluet tubuh pria yang terduduk lemas tepat di samping pintu kamar mama nya. Penasaran, kaki mungil nya pun menggiringnya menuju pria itu. Tapi betapa terkejut nya ia saat melihat Yogi lah yang tengah terduduk lemas itu. "Gi, hey ... kau bisa mendengar kakak?" tanya Tian sembari menepuk pelan pipi Yogi. Wajah Yogi sudah sangat pucat dengan bola mata nyaris menampakkan warna putih semua. Bibir nya memutih, Tian kalut melihat Yogi yang drop lagi seperti ini. Tanpa menunggu lama, Tian segera menelusupkan tangan kiri nya di leher dan tangan kanan nya di kaki Yogi. Menggendong bocah itu ala brydal style menuju kamar n

